Sabtu, 16 Januari 2016

PENCUCIAN DAN STERILISASI KARET

By : Oppy Utriyani_Laporan Praktikum FTS Steril 2015_Farmasi UAD_Yogyakarta.

I. ALAT DAN BAHAN

A. Alat-alat
  1. Autoklaf
  2. Oven
  3. Kompor listrik
  4. Spektrofotometer UV-Vis
  5. Glassware
B. Bahan
  1. Natrium Karbonat => Hablur tidak berwarna/serbuk hablur putih yang mudah larut dalam air.
  2. Tepol 1% => Detergen/cairan pembersih yang serba guna dan netral.
  3. Asam Klorida 2% => Cairan tak berwarna sampai dengan kuning pucat, sangat larut air.
  4. Aqua pro injeksi

II. METODE KERJA

A. Pencucian Tutup Karet
  1. Tutup karet direndam dalam larutan HCl 2% selama 2 hari.
  2. Tutup karet direndam dalam larutan I (Tepol 1% + Na Karbonat 0,5%) selama 1 hari.
  3. Tutup karet di-didihkan dalam larutan I.
  4. Lalu di-didihkan lagi dengan larutan I yang baru, diulang terus hingga jernih dan bersih.
  5. Setelah bersih, Masukkan dalam gelas beker/plastik, tambahkan aqua p.i, tutup.
  6. Larutan di autoklaf selama 30 menit pada suhu 121 C.
  7. Lihat profil absorbansi aqua p.i.
  8. Tutup karet dibilas dengan larutan II (Spiritus dilitus + aqua p.i.).
  9. Tutup karet di-autoklaf pada suhu 121 C selama 30 menit dalam kantong plastik tanpa air.
 B. Pencucian Ampul/Vial/Botol infus
  1. Ampul/vial/botol infus dicuci dengan HCL encer.
  2. Ampul/vial/botol infus di-didihkan dengan larutan I sama banyak.
  3. Langkah 2 diulang hingga filtrat jernih.
  4. Filtrat dilihat profil absorbansinya pada spektrofotometer UV-Vis.
  5. Ampul/vial/botol infus dicuci dengan aquadest
  6. Sterilkan di oven pada suhu 200 C selama 1 jam.

III. HASIL PERCOBAAN

 

IV. PEMBAHASAN

Pada percobaan ini dilakukan pencucian dan sterilisasi glassware dan tutup botol yang terbuat dari karet. Tujuan pencucian dalan sterilisasi ini agar diperoleh wadah kaca dan tutup botol yang bersih dan steril, sehingga memenuhi persyaratan sebagai pengemas sediaan obat yang baik yaitu melindungi dari kontaminasi.
Pada pencucian tutp botol karet, tahapan awal yang dilakukan adalah merendam tutup karet dalam larutan HCl 2%. Tahap ini bertujuan untuk menetralkan senyawa basa. 
Tahap selanjutnya adalah merendam tutup karet dalam larutan tepol 1% dan natrium karbonat 0,5% selama 1 hari. Tepol 1% berfungsi sebagai detergen yang membersihkan dari kotoran. Sedangkan penggunaan natrium karbonat bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa HCl. Tutup karet lalu di-didihkan dengan larutan tersebut dan diganti hingga bersih dan jernih. Perendaman dan pendidihan ini bertujuan untuk meperbesar pori-pori karet sehingga dapat mengeluarkan kotoran secara optimal. Optimasi pembersihan dilakukan dengan menggunakan autoklaf pada suhu 121 C selama 30 menit.
Parameter bersih dibuktikan dengan cara membandingkan profil absorbansi aqua p.i. yang diatoklaf bersama tutup karet dengan profil absorbansi larutan blanko. Pengukuran absorbansi ini dialkukan dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan range panjang gelombang adalah 200-40 nm.
Hasil Scanning profil absorbansi menunjukkan adanya satu puncak yang timbul dari aqua p.i.  Penggunaan spiritus dilitus sebagai disinfektan untuk membunuh kuman. Sterilisasi dilakukan dengan metode uap panas untuk membunuh mikroba. Uji sterilitas menggunakan media BHI cair menunjukkan hasil steril
Pencucian glassware yaitu ampul, vial, dan botol infus menggunakan proses yang mirip dengan pencucian tutup karet. Perbedaannya adalah pada glassware  tidak dilakukan perendaman dengan waktu tertentu. Semua tahapan dilakukan dalam satu hari. Hal ini dikarenakan pada wadah kaca tidak perlu prosis infiltrasi pori-pori. Berdasarkan profil absorbansinya, diketahui semua wadah kaca yang diuji telah bersih sebab profil absorbansi mirip dengan blanko dan tidak ada puncak/peak.
Sterilisasi ampul, vial, dan botol infus dilakukan menggunakan metode panas kering yaitu dengan oven pada suhu 200 C selama 1 jam. Sebelumnya wadah kaca ini dibungkus dengan aluminium foil untuk mencegah kontaminasi.
Uji sterilitas dilakukan dengan membilas wadah kaca tersebut dengan Steril water for Injection (SWFI), lalu ditanam di media BHI cair. Hasil inkubasi menunjukkan tidak ada pertumbuhan mikroba, yang berarti wadah kaca sudah steril.

V. KESIMPULAN

  1.  Tutup karet yang telah dicuci belum bersih namun sudah steril.
  2. Wadah kaca berupa ampul, vial, dan botol infus sudah bersih dan steril.
  3. Metode sterilisasi panas kering suhu 200C selama 1 jam valid untuk mensterilkan wadah kaca.

VI. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1979. Farmakope Indonesia Edisi Ke-III. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More